Opini Gilhamto

Tuesday, September 26, 2006

Mau apa Kalla?

Beberapa hari ini berita tentang Yusuf Kalla melakukan kunjungan ke Amrik dan Kanada memenuhi halaman koran di Indonesia. Saya menilai kunjungan yang dilakukan ini tidak memiliki dampak nyata dalam konstelasi keseluruhan ekonomi Indonesia yang menjadi tujuan utamanya. Ini lebih merupakan upaya promosi kegiatan dalam rangka persiapan menjadi RI I. Kalau mau memperbaiki ekonomi bangsa, caranya bukan dengan kunjungan politk semacam ini tapi lebih baik dilakukan dalam kerangka ekonomi yang lebih luas (penyajiannya juga harus lebih profesional). Kunjungan seperti ini biasanya malah bikin repot semua orang yang didatangi, menguras biaya, serta sarana untuk keluarga terdekat shopping sepuasnya. Bagi kedutaan besar atau konsulat penerima, ini 'proyek' besar ...

Paus Sontoloyo

Paus juga ingin ngetop. Tentu saja dia gerah karena pengikut yang semakin menurun serta semakin jarang pergi ke gereja. Coba saja perhatikan di banyak kota dunia, gereja dengan bangunan yang megah isinya kosong.
Jangan-jangan beliau ini teroris .. karena tidak menyadari bahwa kata-kata yang diucapkan dalam jabatannya selaku imam justru lebih besar daya ledaknya dari sebuah bom. Lagi pula kenapa sih dia ini 'cawe-cawe' urusan agama lain. Referensi yang dikutip saya kira tidak lebih nilainya dari kata-kata orang mabuk dipinggir jalan. Surat 109 (Orang Kafir) hendaknya jadi reference untuk meresponnya. "Hey orang yang tak suka Islam, saya kan tidak menyembah Tuhanmu, kamu juga tidak nyembah Tuhanku (jadi ngapain kamu usil..). Urus saja agamamu, saya urus agama saya sendiri".

Sunday, September 24, 2006

Hari ada berita OBL mati karena tipes. Ini saya kira pancingan supaya ybs membuat pernyataan yang dari situ nantinya dia akan ditrack. He he ... lucunya itu Amrik. Manalagi sikap kekanak-kanakan mereka waktu bikin susah menlunya Chavez di bandara.

Banjir lumpur porong ndak selesai, barangkali sengaja didiamkan karena ini menjadi potensi bikin susah pejabat-pejabat pemerintah terkait. Kalau presiden berani menetapkan ini sebagai bencana nasional mungkin agak berlebihan , tetapi sebenarnya diperlukan (necessary).

Ada lagi berita membludaknya jamaah tarawih di Jateng karena imamnya hafiz. Ini merupakan perkembangan positif sebagai penghargaan terhadap para hafiz. Menjadi imam masjid seharusnya memang hak mereka yang memeiliki bekal agama yang cukup. Hanya saja kemapuan menghafal dan membaca dengan baik Al-Qur'an hendaknya hanya sebagian dari persyaratan. Pengetahuan agama (fiqh, hadits, sejarah dll) serta adab merupakan hal lain yang harus menjadi persyaratan.

Kriminal kok dibela. Ini sebenarnya judul yang saya angankan ketika membaca reaksi masyarakat dibeberapa kota (Atambua, Palu) setelah eksekusi Tibo dkk. Dari sebuah sumber di MIIT saya baca betapa kejamnya mereka yang nampaknya didatangkan dari NTT menjadi semacam pasukan sahid pihak Kristen yang bersengketa di Palu. Selain menghendaki tindakan yang sama terhadap umat/pasukan Islam yang berlaku seperti Tibo (menghukum/ yang tidak bersalah), saya kira pihak keamaan perlu mencermati mereka yang memberikan reaksi berlebihan terhadap eksekusi tersebut. Meningkatkan wibawa pengadilan sebenarnya sangat perlu pada saat masyarakat yang buta keadilan dalam kebimbangan (anomali). Akan tetapi reaksi beberapa tokoh nasional (a.l. Hikam) yang perhatikan nampaknya hanyalah cara dari para politikus tua untuk mencoba berkiprah kembali. Wallaahu a'lam.

Saturday, September 23, 2006

Hore...!

Ini hari pertama saya buat catatan dalam blog. Blog ini saya maksudkan sebagai buku harian mengenai ide dan pikiran yang terlintas dalam otak saya setiap ada kesempatan.
Berarti mungkin tidak akan setiap hari saya dapat mencurahkan pikiran karena buka komputerpun kadang kurang waktu.

Buah pikiran hari ini:

1. Ini hari pertama puasa (2006). Tenangkan hati, mantapkan niat, banyak meminta maaf dan bersihkan hati. Tujuan puasa sebenarnya adalah 'hati'. Setelah hiruk pikuk dengan kesibukan dunia, kita diajak merenung dalam keadaan perut kosong. Dalam dunia kedokteran ada istilah treatment dan ada istilah placebo. Puasa ini adalah kondisi placebo. Coba sih (kata Tuhan) apa yang terjadi pada otak dan pikiran anda kalau salah satu dari unsur penting (makan) dihilangkan, apa ada beda? Apa hati anda lebih tenteram, nafsuan atau lainnya?

2. Internet access di Indonesia ini bagaimana sih pengaturannya. Kok rasanya mahal sekali sehingga pengaksesnya jumlahnya ndak seberapa. Kan katanya banyak yang pinter di Indonesia, apalagi yang gratisan sebetulnya banyak di dunia maya ini.